Rangkaian Pesta Pendidikan hadir di Jakarta pada 2 Mei 2017 di Ruang Terbuka Hijau Kalijdo. Setelah Bandung, Ambon, Yogyakarta, kini giliran Jakarta yang berkesempatan untuk bergerak, belajar, bermakna untuk Pendidikan. Rangkaian kegiatan ini dinamakan Pekan Seni, berpesta untuk pendidikan lewat beragam kegiatan seni, yang tetap bertujuan untuk merayakan praktik-praktik baik di dalam pendidikan.

Dengan penuh semangat barengan, Pekan Seni di Pesta Pendidikan kali ini dimeriahkan oleh rangkaian pembawa acara yang seru-seru. Ada relawan Paman Gery yang mengantar acara pembuka dengan keriaan dan senyum lebar, serta relawan Indy Barends dan relawan Indra Bekti yang memeriahkan acara dengan penuh canda dan tawa. Sungguh membuktikan bahwa berkontribusi untuk merayakan praktik baik di dalam pendidikan bisa dalam bentuk apapun, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.

img_7446

Pada Pekan Seni di Pesta Pendidikan 2017, acara diawali dengan penampilan dari sekolah-sekolah di daerah Jakarta dan sekitarnya. Membuka rangkaian acara yang diselenggarakan di RTH Kalijodo Jakarta ini, penampilan tari tradisional Betawi oleh SMK 56 serta pembacaan puisi oleh Noval dari SDN Penjaringan memeriahkan semangat dengan menunjukkan kebolehan sebagai hasil dari proses belajar di sekolah. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukkan  pencak silat dari SDN Kapuk Muara 03, seni bela diri yang populer di Jakarta. Selanjutnya, penampilan dilanjutkan dengan choir dari SMK 56. Membawakan beberapa lagu Indonesia, suasana pesta pendidikan dibawa menjadi lebih syahdu.

Tidak hanya penampilan dari sekolah. Rekan-rekan dari komedian tunggal juga mengambil peran dalam kegiatan ini. Vikri Rasta, Adjis Doa Ibu, serta Sholeh Solihun juga ikutan barengan menjadi relawan penampil di Pekan Seni ini. Variasi narasi komedi mengenai pendidikan disampaikan dengan ringan namun penuh makna. Seperti narasi Sholeh Solihun mengenai penggunaan ekspresi lisan dalam tulisan di aplikasi perpesanan. “Wkwkwkw, ataupun xixixi” sebagai ungkapan tertawa ikut memecahkan derap tawa semua penonton. “Ini adalah bagian dari cerdas digital”, tandasnya. Acarapun semakin bermakna dengan celoteh lucu dan diksi-diksi sarat pesan yang disampaikan oleh Adjis Doa Ibu lewat stand up comedy-nya. Pesan baik dan praktik baik juga ternyata bisa disampaikan dengan canda dan tawa. Ternyata proses belajar juga bisa dilakukan lewat praktik komedi.

Lebih meriah lagi, Penyanyi Michael Jakarimilena juga mengambil bagian menjadi relawan Pesta Pendidikan. Memimpin untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat. Michael menjembatani pembukaan acara Pekan Seni ini. Selanjutnya,  acarapun dilanjutkan dengan Pidato pembuka oleh Najelaa Shihab, inisiator Pesta Pendidikan, yang kemudian diiringi dengan sambutan dari Bapak Triawan Munaf dari Badan Ekonimi Kreatif, yang juga mendukung terselenggaranya Pesta Pendidikan 2017 ini. Tidak kalah semangat, Ketua KPK naik ke panggung dan menyampaikan tentang pentingnya integritas di dalam pendidikan.

5681fbea-0568-4e98-9367-5abb62dc2145

Pada Pekan Seni ini, inisiatif untuk melakukan perubahan pada pendidikan ditampilkan. Kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan dengan satu tujuan, untuk melakukan praktik-praktik baik dan melakukan aksi nyata bisa dilakukan. Ada inisiatif Bantu Guru Belajar lagi yang diwakili oleh Penyanyi Tulus dan Unun Yasien dari Kampus Guru Cikal. Inisiatif ini merupakan kerjasama antara relawan pengajar di SDN 01 Sumur Batu, Bantar Gebang, Kampus Guru Cikal, dan juga Publik yang diwakili oleh Tulus dan beberapa publik figur lain. Inisiatif ini bermimpi untuk membantu guru-guru untuk terus belajar, karena sejatinya guru yang siap mengajar adalah guru yang selalu belajar. Inisiatif ini diawali dengan kampanye pengumpulan dana untuk pengembangan dan pelatihan guru yang akan dipimpin oleh Kampus Guru Cikal, organisasi yang bergerak di bidang pengembangan guru dan pendampingan sekolah.

Tidak hanya itu, tema pendidikan guru juga dilanjutkan dengan acara ngobrol-ngobrol dengan guru berprestasi. Guru-guru berprestasi dari Jakarta diundang untuk berbagi pengalaman dan juga menceritakan praktik-praktik yang dilakukan sehingga bisa menjadi Guru Berprestasi. Tidak hanya tema guru dan sekolah, pentingnya pendidikan di dalam keluarga juga turut disampaikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina dalam salah satu segmen Ngobrol Publik di atas panggung.

Ngobrol Publik menarik selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi yang menceritakan mengenai peran literasi dan inisiatif Pustaka Bergerak. Najwa Shihab, Ifa Misbach (Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan), Bapak Nirwan (Pustaka Bergerak), dan Bapak Sopan Andrianto (Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta) serta kehadiran dari Bemo Pustaka dan Motor Pustaka berbicara mengenai peran literasi dalam pendidikan dan bagaimana dapat menggerakkan literasi di daerah-daerah terpencil lewat gerakan-gerakan literasi yang dilakukan oleh Pustaka Bergerak.

Selanjutnya, J-Flow bicara mengenai hiphop sebagai alat belajar dan menyampaikan pesan lewat lagu “Perbedaan”. J-Flow berbagi bahwa dalam musik, lagu adalah buku dan lirik adalah senjata. Banyak yang bisa kita pelajari dari penggunaan musik sebagai bagian dari proses belajar.

Ngobrol Publik dilajutkan dengan inisiatif Cerdas Digital. Hadir Christian Sugiono dari malesbanget.com, Ainun Chomsun dari Akademi Berbagi, Rama dari Sekolah di Awan, dan Yulia Indriati dari Keluarga Kita. Inisiatif ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan aksi nyata terhadap pendidikan dan perkembangan dunia digital, yang merupakan hasil kolaborasi dari Pesta Pendidikan tahun 2016 lalu. Harapannya, dengan dijalankannya inisiatif ini masyarakat Indonesia bisa memiliki kemampuan yang lebih baik di dunia digital, terutama dalam memaknai dan menyampaikan pesan ketika menggunakan segala fitur-fitur di dalamnya.

Selain Bantu Guru Belajar Lagi, Gerakan Literasi, Cerdas Digital, Endah dan Rhesa tampil menyuarakan inisiatif Earhouse Project yang mengangkat musik sebagai media belajar. Kegiatan mempelajari sebuah lagu, memasukkan pesan dalam lagu menjadi bagian dari inisiatif yang ditampikan dalam kegiatan ini. Endah dan Rhesa memandu para audiens untuk belajar lewat lagu “Kampuang nan Jauh di Mato”. Audiens terlibat aktif untuk bernyanyi dan bermakna lewat lagu dan gubahan lagu tersebut. Tidak kalah seru, inisiatif Seni Beta juga berkontribusi untuk Dunia Pendidikan. Hadir Penyanyi Glenn Fredly dan juga Ibu Upik dari Inibudi.org untuk menyuarakan pengembangan seni untuk pendidikan dan juga teknologi sebagai bagian dari media belajar guru dan murid.

Pekan Seni di Pesta Pendidikan ini ditutup dengan penampilan kembali oleh Michael Jakarimilena. Lewat lagu ini, rangkaian Pesta Pendidikan di Kalijodo ditutup dengan penuh harapan semakin banyak pihak yang melakukan praktik baik dan berkontribusi terhadap pendidikan, karena pendidikan adalah urusan semua pihak, dan terus barengan, berkarya, bermakna untuk pendidikan Indonesia.