PSPK

 

Bandung, 25 Februari 2016 – Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) ikut memeriahkan kegiatan pesta pendidikan 2017 dengan menyelenggarakan diskusi/ ngobrol publik pendidikan BERANDA PSPK Jilid 3 yang bertema Hoax dan Kebijakan Literasi Lintas Ilmu” bagi para pemangku kebijakan pendidikan, komunitas pendidikan dan masyarakat umum.

Bertempat di Ruang Serba Guna Lantai 3, Balaikota Bandung BERANDA PSPK Jilid 3 menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang masing-masing  dan sudah dikenal publik di antaranya: Ridwan Kamil (Walikota Bandung) sebagai keynote speaker, Prof. H. Furqon, M.A., Ph.D (Rektor Universitas Pendidikan Indonesia), Dr. Elih Sudiapermana, M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung), Roby Muhamad, Ph.D (Co-Founder Provetic), dan Miko Ginting (Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan), serta Ifa H. Misbach (Direktur PSPK dan Dosen Psikologi UPI) selaku Moderator.

Acara Beranda PSPK berlangsung meriah dan penuh antusias dari para peserta, sangat melebihi ekspektasi kami jumlah peserta yang hadir sekitar 450 orang (padahal yang daftar secara online hanya 198 orang) dari berbagai latar belakang mulai dari guru, kepala sekolah, Pegawai Negeri Sipil (PNS), mahasiswa, pelajar SMA, wartawan dari media, pekerja sosial, hingga ibu rumah tangga.

Pertama, Prof. Furqon, M.A., Ph.D yang membahas hasil asesmen literasi membaca siswa Indonesia berdasarkan hasil PISA/TIMSS/INAP. Kedua, Dr. Elih Sudiapermana, M.Pd yang membahas gerakan dan kebijakan literasi membaca di kota Bandung. Ketiga, Robby Muhammad, Ph.D, yang membahas pemetaan fenomena dan gejala maraknya hoax di masyarakat dari kajian psikologi dan sosiologi masyarakat, khususnya di sosial media. Keempat, Miko Ginting yang membahas UU ITE untuk pelaku dan dampak penyebaran hoax dari kajian hukum.

PSPK berkeyakinan bahwa bidang pendidikan sangat berperan dalam mengedukasi dan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya keterampilan literasi membaca sebagai indikator utama untuk menghasilkan kualitas berpikir kritis dalam memilah dan memilih informasi yang tepat untuk mengurangi dampak negatif persebaran berita palsu (hoax) yang marak terjadi. Aktivitas literasi dapat menumbuhkan sikap dan nilai intelektual yang penting untuk menangkal hoax. Membaca, terutama fiksi yang bagus, melatih kita menyelami alam pikir dan perasaan orang lain yang memiliki perspektif berbeda dari kita. Ini mendorong tumbuhnya empati dan keterbukaan pada hal-hal baru. Hal seperti ini tidak akan muncul dari membaca secara sempit, seperti membaca buku teks untuk keperluan tugas sekolah. Sekolah, keluarga, dan masyarakat berperan penting dalam mendorong budaya literasi tingkat tinggi dengan menggiatkan aktivitas membaca dan menyediakan buku-buku bagus untuk siswa di berbagai jenjang usia dan kemampuan membaca

picture1

Hasan Asyari

Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan

Teras Sebelas, Jl. Jeruk Purut No.11, Cilandak Timur, Jakarta Selatan

Telepon atau WhatsApp +62 85891630031

Email: hasanasyari@pspk.web.id.