Setiap tahun ajaran, guru menjumpai murid dan orang tua murid yang berbeda. Setiap tahun ajaran, guru menemui dinamika kelas yang berbeda. Pada rentang waktu tertentu, guru menghadapi perubahan peraturan dan kurikulum. Pada kala tertentu, guru menghadapi perubahan pemimpin sekolah dan rekan guru. Setiap waktu, guru terimbas perubahan situasi kondisi sosial, politik, lingkungan dan teknologi. Guru memang salah satu profesi dengan tuntutan dan tekanan yang tinggi.

Banyaknya tuntutan dan tekanan tersebut seringkali membuat guru lupa niat awal menjadi guru. Semangat yang semula berkobar sedikit demi sedikit digantikan rasa lelah. Guru akhirnya berhenti belajar. Situasi yang menjadi salah satu alasan Kampus Guru Cikal menginisiasi Pelatihan Guru Merdeka Belajar. Pelatihan tersebut bertujuan membantu guru untuk merawat kemerdekaan belajar buat diri sendiri sekaligus mempraktikkan merdeka belajar di ruang kelas. Merdeka Belajar adalah pondasi pengembangan diri guru sekaligus kunci proses belajar yang bermakna buat para murid.

Pelatihan Guru Merdeka Belajar pertama kali diadakan pada hari kedua Pesta Pendidikan Bandung, Sabtu, 25 Februari 2017 di Auditorium Rosada Kompleks Balaikota Bandung.. Pelatihan yang rencana diadakan 08.30 WIB terpaksa harus diundur. Beberapa guru melaporkan daerahnya hujan deras dan bahkan rombongan Komunitas Guru Belajar Garut harus melewati daerah banjir. Pelatihan dimulai pada pukul 09.00 WIB setelah 20 guru hadir, sementara 20 guru lainnya hadir menyusul di sepanjang proses pelatihan yang berlangsung hingga sore hari.

Sesi pertama, peserta dipandu oleh Pelatih Chusnul Chotimah melakukan aktivitas pembuka untuk mencairkan suasana dilanjutkan dengan perkenalan. Mulai perkenalan pun, para guru sudah menunjukkan semangat belajar dan keinginan berkontribusi buat pendidikan di Indonesia. Setelah suasana mencair, Pelatih Bukik Setiawan menayangkan video pendek dan mengajak peserta berdiskusi mengenai tujuan pendidikan. Dari hasil diskusi, banyak orang tahu tujuan pendidikan, tapi jarang orang yang memahami fungsi tujuan tersebut dalam melakukan praktik pendidikan. Padahal pemahaman mengenai tujuan pendidikan menjadi kunci merdeka belajar.

Pada sesi selanjutnya, Pelatih Najelaa Shihab hadir menjelaskan tentang model pengembangan guru Cikal yang terdiri dari kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi dan karier guru. Penjelasannya padat, merangkai praktik di kelas  dengan kebijakan dan hasil riset pendidikan. Salah satu ungkapan menarik dari beliau adalah “Kapan kita sebagai guru bertanya pada murid karena rasa ingin tahu? Bertanya karena memang tidak tahu jawabannya, bukan untuk menguji?”.  Sesi ini dilanjutkan dengan latihan yang memandu guru untuk melakukan pengembangan diri.

Sesi ketiga, Pelatihan Chusnul Chotimah memandu para guru dalam mempraktikkan merdeka belajar di ruang kelas. Peserta diajak melakukan penetapan tujuan belajar yang melibatkan semua anggota kelas. Proses awalnya berjalan lambat karena belum terbiasa, tapi perlahan menjadi semakin jelas ketika guru memahami maksud dari praktik yang dilakukan. Setelah itu, Pelatih Chusnul Chotimah memberikan sejumlah tips yang bersumber dari 5 Cara Mengajar Cikal.

Pada sesi  terakhir, Pelatih Bukik Setiawan memandu pada guru menyusun rencana tindak lanjut pelatihan. Dalam sesi ini, guru diajak menentukan waktu yang tepat untuk mempraktikkan model merdeka belajar di kelasnya. Setelah itu, para guru mempresentasikan rencananya dan mendapatkan umpan balik dari para pelatih. Beberapa pemahaman didiskusikan agar lebih mengena dengan konsep merdeka belajar. Beberapa tips ditambahkan agar merdeka belajar semakin efektif dipraktikkan di kelas.

Pelatihan Guru Merdeka belajar rupanya disambut positif oleh para guru di Bandung. Hal itu terlihat dari keterlibatan para guru terhadap proses pelatihan juga komentar mereka. “Ini adalah pelatihan guru yang langka. Jauh berbeda dengan pengalaman pelatihan yang saya dapatkan selama ini. Dalam pelatihan ini, saya tidak hanya tahu apa itu guru merdeka belajar tapi saya juga diajak memahami esensi dari konsep merdeka belajar serta terlibat aktif mempraktikkannya”, ujar seorang guru.

 

guru-merdeka-belajar-bandung-3 guru-merdeka-belajar-bandung-2