Pada Sabtu, 7 Oktober 2017, diselenggarakan Ngobrol Publik Pesta Pendidikan di kota Bandung, tepatnya di Perpustakaan Elmuloka milik Sekolah Gagas Ceria. Tema yang diangkat kali ini adalah tentang literasi anak Indonesia.

Teman-teman dari HEbAT Community yang mewakili orangtua, Sekolah Semi Palar mewakili guru dan sekolah, serta Pustakalana dan KinaryaGagas mewakili perpustakaan dan taman baca menjadi narasumber diskusi kali ini. Mereka berbagi cerita tentang praktik baik yang sudah dikerjakan dalam mendukung kemampuan literasi anak serta menjadi pembuka obrolan tentang apa saja yang bisa dilakukan barengan untuk mendorong peningkatan literasi anak Indonesia.

Sebelum para narasumber berbagi praktik baik mendorong literasi yang telah dilakukan komunitas dan organisasinya, semua peserta berdiskusi tentang definisi literasi itu sendiri serta tentang kondisi literasi di Indonesia saat ini. Kesimpulan dari hasil diskusi tersebut antara lain bahwa lterasi bukan sekadar baca-tulis, tapi baca-tulis menjadi dasar literasi; literasi lebih luas lagi, yaitu “membaca” situasi dan lingkungan, tidak hanya membaca secara harfiah. Sedangkan mengenai kondisi literasi Indonesia saat ini, sebagian peserta diskusi menyebutkan bahwa kondisinya menyedihkan karena kemampuan dasar baca-tulis saja masih rendah, apalagi kemampuan “membaca” semesta. Disebutkan juga bahwa minat baca di kalangan mahasiswa semakin berkurang. Namun, ada juga yang menyebutkan sisi positif keadaan literasi di Indonesia karena makin banyak komunitas dan organisasi yang terus mendorong peningkatan kemampuan literasi.

dsc_0030

Berikut beberapa praktik baik yang dibagikan selama diskusi berlangsung:

Ardanti Andriati, guru SMP Rumah Belajar Semi Palar

Tantangannya adalah kemampuan mengelaborasi/menganalisis untuk siswa SMP lebih besar sehingga sebaiknya sebelum menginjak level SMP anak sudah harus lancar membaca.

Fungsi sekolah dalam mendukung literasi:

  • Mitra dengan orangtua sebagai teladan dalam kebiasaan membaca
  • Kurikulum membaca di sekolah, pada level SMP memahami inti bacaan atau kata kunci
  • Peran guru dalam mendukung kemampuan literasi

Chica, Pustakalana

Pustakalana adalah perpustakaan swadaya masyarakat yang menyediakan buku-buku berkualitas, bahkan hingga jadi kunjungan wisata di Bandung. Beberapa praktik baik yang sudah dilakukan Pustakalana untuk menarik minat baca anak, antara lain:

  • Storytelling yang rutin dilaksanakan 2 minggu sekali
  • Klub baca untuk remaja yang disesuaikan dengan minat pembaca muda

Karin, Elmuloka

Elmuloka adalah perpustakaan Sekolah Gagas Ceria yang juga dibuka untuk umum. Karena dibuka juga untuk umum, dikelola dengan basis komunitas. Staf, guru, hingga kepala sekolah di Sekolah Gagas Ceria bergiliran menjadi voluntir dalam menjaga perpustakaan di luar jam sekolah.

Untuk menarik minat pembaca sejak usia dini, berikut beberapa kegiatannya:

  • Storytelling setiap Rabu
  • Literasi perpustakaan
  • Pustakawan cilik

Deasy, HEbAT Community

Sebagai komunitas yang sasaran kegiatannya adalah orangtua, HEbAT Community berbagi beberapa praktik baik yang dapat dilakukan orangtua untuk mendukung kemampuan literasi anak, antara lain:

  • Menjadi teladan dalam kebiasaan & kesenangan membaca, mendongeng, dan bercerita
  • Membebaskan anak untuk bereksplorasi serta memberi inspirasi
  • Membuat kegiatan yang membebaskan anak belajar sesuai minat dan bakatnya

Ratna Yulianti, Semesta Tari

Melalui tarian, kita juga belajar literasi karena dalam menari ada proses memahami dan menganalisis (belajar) yang bentuk akhirnya adalah gerak tari sehingga tarian juga bisa jadi media belajar.

dsc_0044

Dari diskusi yang berlangsung lebih dari 2 jam tersebut, banyak terjadi pertukaran ide kolaborasi kegiatan antar-komunitas dan organisasi. Harapannya adalah kolaborasi dapat memperbesar dampak pelaksanaan program.

Anda punya inovasi program di bidang pendidikan? Ayo, daftarkan dalam Program Akselerasi Kolaborasi melalui tautan berikut ini: http://bit.ly/SubmitInisiatifPeKan