Kota ke tiga dalam rangkaian roadshow Pesta Pendidikan adalah Yogyakarta. Acara berlangsung pada 22-23 April 2017 di Kompleks Balaikota Yogyakarta. Seperti di kota-kota lainnya, Pesta Pendidikan berisi rangkaian acara Festival Publik yang terdiri dari Pameran Publik yaitu pameran karya dan hasil kerja nyata pada komunitas dan organisasi pendidikan, dan juga Ngobrol Publik yaitu berbagai sesi dengan tema beragam yang dilaksanakan oleh organisasi dan komunitas pendidikan dari berbagai kota dan tentunya dari Yogyakarta.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Yogyakarta Bapak Edy Heri Suasanan dan Perwakilan Pesta Pendidikan Ibu Dewi Soerharto. Sesi pembukaan dimeriahkan oleh penampilan Tari Dolanan Anak oleh TPA Pradadarma, TPA Beringharjo dan Kelompok Bermain Kirana dan diakhiri dengan pelepasan Konvoi Andong.

Dalam kesempatan terpisah yaitu pada konferensi pers Pesta Pendidikan Yogyakarta sehari sebelumnya, Budi Santoso Asrori, SE, M., Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, menuturkan sambutan positifnya pada Pesta Pendidikan terkait dengan pentingnya isu pendidikan. “Pemerintah kota Yogyakarta diajak dan bersedia dengan senang hati bukan hanya ikut barengan, tetapi menjadi tuan rumah dan terlibat menyebarkan dan mengumpulkan berbagai pihak karena yakin bahwa pendidikan ini isu sangat penting yang harus kita kerjakan dengan melibatkan semua. Saya mewakili Dinas Pendidikan Yogyakarta sangat mengapresiasi inisiatif Pesta Pendidikan, yang digagas dan digerakkan oleh berbagai komunitas pendidikan. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari keterlibatan publik yang bergerak, belajar dan bermakna bersama.”

“Sejalan dengan tema Pesta Pendidikan tahun ini yaitu merayakan pendidikan setiap pekan, saya berharap masyarakat Kota Yogyakarta dapat memberikan kontribusinya serta menghasilkan karya nyata dalam bidang pendidikan. Tentu hal ini tidak hanya dalam konteks pemberdayaan institusi pendidikan, tetapi juga lintas profesi, lintas usia dan lintas geografis,” pungkas Budi.

Setelah acara pembukaan selesai, acara berlanjut dengan berbagai penampilan dari sekolah maupun komunitas dari Yogyakarta, antara lain: Dongeng Otan dari Turgo oleh Komunitas Jendela Jogja, Angklung dari TK Lempuyangwangi, penampilan musik dan balet dari SD Joanes Bosco, Musik Jembe dari Sanggar Anak Alam, Tari Modern oleh SMP Tumbuh, Tari Merak dan Kolosal Galuh Baigal oleh Komunitas Indonesia Bisa, Tari Sekar Ganjen oleh SMP Muhammadiyah 1, Musikalisasi Puisi oleh Komunitas Write for Peace dan Tari Kolaborasi Band dan Gamelan, SMP Bopkri 3. Seluruh penampil berlokasi di halaman Komplek Balai Kota Yogyakarta. Para pengunjung sambil menikmati Festival Publik di panggung utama juga dapat mengunjungi pameran publik di Ruang Pandawa yang berlokasi tepat di depan panggung utama.

Di lokasi lain, masih di dalam kompleks Balaikota berlangsung Ngobrol Publik yang dilaksanakan oleh berbagai komunitas dan organisasi pendidikan dengan tema yang beragam. Qlevers menyelenggarakan sesi berjudul “Metode Belajar Mudah & Asyik untuk Siswa SMP”. Pada sesi ini siswa diajarkan cara menyelesaikan soal dengan menarik dan mudah, serta menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan menarik. Sesi kemudian dilanjutkan dengan “Metode Belajar Mudah dan Asyik untuk siswa SMA/SMK.”

Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) menyelenggarakan sesi yang bertajuk “Benarkah Siswa Indonesia Bahagia, Namun Tak Berprestasi?” di ruang Bima Balaikota. Sesi ini menghadirkan Kepala Dinas Dikpora Yogyakarta Drs. R. Kadarmanto Baskara Aji, Sri Wahyaningsih sebagai Pendiri Sangar Anak Alam, Henny Supolo sebagai Pembina PSPK, Novi Poespita Candra (Dosen Fakultas Psikologi UGM) dan Indriasari Oktaviani (Sekjen KPAI Kota Yogyakarta) sebagai moderator. Hal menarik yang muncul pada sesi ini adalah pembahasan tentang tanda siswa yang bahagia, yaitu: Prestasi akademik yang baik dan mampu mengelola emosi dengan baik.

Di ruangan lain berlangsung sesi yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dengan tema “Lawan Pungli di Sekolah” dengan narasumber Pimpinan KPK Bapak Saut Situmorang, Staf Ahli Kemdikbud Bidang Regulasi Ibu Chaterina Mulya Girsang, Kepala Dinas Pendidikan Yogyakarta Bapak Edy Heri Suasana, Rimawan Pradiptyo dari FEB UGM serta Tenti Kurniawati dari LSM IDEA. Dalam sesi ini KPK dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sepakat menjadikan pendidikan anti korupsi sebagai salah satu bentuk pendidikan karakter.

Kampus Guru Cikal, organisasi pendidikan yang bergerak di pengembangan guru, menyelenggarakan ngobrol publik berjudul “Guru Merdeka Belajar” menghadirkan narasumber Chusnul Chotimah (Dosen Kampus Guru Cikal), Bukik Setiawan (Dosen Kampus Guru Cikal) dan Lanny RH (Penggerak Guru Belajar). “Siswa maupun pendidik bebas belajar tentang apa pun, di mana pun, kapan pun tanpa ada batasan tertentu, mereka merdeka untuk belajar,” tukas Chusnul. “Menemani anak berkembang dan berhasil dalam pendidikannya, perlu kemampuan dan kemauan untuk memahami kebutuhan mereka, tambahnya lagi.

kalijodo-1

Di ruangan lain berlangsung juga sesi Kelas Kurikulum Disiplin Positif yang dilaksanakan oleh Keluarga Kita, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan keluarga. Sesi ini diikuti oleh orangtua yang akan menjadi Relawan Keluarga Kita (RANGKUL), yaitu program pemberdayaan orangtua di mana orangtua menjadi sumber belajar orangtua lain. Sesi berlangsung hangat dan seru terutama saat membahas mengenai pola disiplin yang diterapkan di rumah masing-masing. “Disiplin positif adalah penerapan pola disiplin tanpa reward dan punishment yang akan menumbuhkan kemandirian anak,” jelas Yulia Indriati, Manajer Program Keluarga Kita.

Youth Manual mengadakan sesi ngobrol bertajuk “Future Talk by Gen Z”, obrolan menarik seputar eksplorasi berbagai profesi untuk menemukan bidang kerja yang sesuai dengan cita-cita yang ingin dicapai. Perhimpunan Homeschooling Indonesia (PHI) membahas seluk beluk dunia homeschooling dan bagaimana anak-anak homeschooling berhak atas melanjutkan pendidikan lintas bidang dan dapat berpindah dari jalur non formal ke jalur formal. Sinedu.id yaitu inisiatif pendidikan yang mengedepankan film sebagai media belajar, dalam sesi ngobrol bersama orangtua dan guru menceritakan kolaborasi dunia perfilman untuk pendidikan di Indonesia dengan melakukan pelatihan bertajuk “Indonesia Melek Film”.

Akademi Berbagi Yogyakarta dalam sesi ngobrolnya menceritakan seluk beluk kerelawan sebagai bentuk kontribusi untuk pendidikan. Inibudi.org melaksanakan “Pelatihan Guru Kreatif” yaitu mengajak para guru untuk memanfaatkan teknologi dalam mengajar dengan membuat video pelajaran.

Ketjil Bergerak adalah komunitas yang melakukan pendidikan seni juga mengadakan sesi ngobrol dengan pesan utama adalah pemberdayaan anak muda untuk berkontribusi untuk orang di sekitarnya melalui berbagai cara.

Setelah istirahat makan siang, masih berlangsung acara di panggung utama, yaitu diawali dengan Musikalisasi Puisi oleh MTsN 9 Bantul dilanjutkan dengan Geguritan dan Tari Garapan “Sumilan Ing Pedhuti” dari SMP Perintis Yogyakarta. Hoshizora Foundation mengadakan sesi Ngobrol Publik berjudul “Bergandengan Tangan Membangun Ekosistem Pendidikan Anak” yang dibawakan oleh Ineke Amandhasari (Head of Adik Bintang Division – Inisiator Kurikulum Pendampingan Hoshizora) dan Caecilia Santi (Head of Partnership Hoshizora Foundation) yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik di Indonesia dengan melakukan pendampingan karena pendidikan yang layak perlu dukungan berbagai pihak.

Berbagai penampilan dari sekolah dan komunitas mengisi acara di panggung utama, antara lain: Sang Hyang Sri Sendra Tari dari Sanggar Tari Sekar Mataram, band dari PKBM Wijaya Kusuma, “Whatever” Band SMA Prambanan, Tari Chandik Ayu dari Komunitas Jendela, penampilan dari Komunitas Suling Bambu, “Elang Sang Garuda” dari Semesta Tari, simfoni orkestra lagu klasik oleh Komunitas IYSO, dan ditutup dengan penampilan spektakuler Jogja Hip Hop Foundation yang menarik pada pengunjung. Penampilan Jogja Hip Hop Foundation menutup acara di panggung utama sore itu, dengan riang para penonton koor dan joged bersama.

Hari ke dua Pesta Pendidikan Yogyakarta diawali dengan pagi yang cerah dan sangat sesuai dengan tema kegiatan kami pagi itu, yaitu piknik. Komunitas lokal juga turut hadir meramaikan acara piknik kami antara lain animal lovers, Tagana, Komunitas perempuan Yogyakarta, kampung dolanan dan Sebangku Academy. Acara ini juga dimeriahkan oleh dongeng bersama Paman Gerry yang mengajak anak anak untuk  mendengarkan cerita dan bernyanyi bersama.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Ngobrol Publik di kelas. Ayo dongeng Indonesia pun kembali hadir di sesi kelas dengan tema Mendongeng yang menarik. Empat hal penting yang harus diperhatikan dalam mendongeng dibahas dalam sesi ini yaitu cerita, suara, ekspresi wajah dan bahasa tubuh.

Di kelas lain, Suara anak Jogja juga sedang mengadakan sesi kelas yang menyuguhkan kegiatan kreatif yang bisa dilakukan oleh anak anak, kemudian kelas KPK mengusung tema bermain board game bersama anak-anak. Pesan moral yang disampaikan adalah pentingnya menanamkan sikap jujur sejak dini dan dimulai dari hal terdekat dengan anak yaitu bermain.

 

rcy_9986

Di sesi siang hari Pesta Pendidikan Yogyakarta, hadir kelas Ngobrol Publik yang dipimpin oleh Komunitas Kejar Mimpi, Nusantara Bertutur, Kampus Guru Cikal, Suara Anak Jogja, dan Komunitas Siox Indonesia. Kelas-kelas tersebut dilaksanakan di Ruang Bima, Ruang Yudhistira, dan Ruang Sidang Gedung Perijinan Balai Kota Yogyakarta. Kegiatan yang dilakukan pada pukul 13.00 sampai dengan pukul 15.45 WIB itu berisikan tentang praktik-praktik baik di dalam pendidikan dari berbagai aspek yang berbeda.

Acara Temu Pendidik yang diselenggarakan oleh Kampus Guru Cikal menampilkan guru-guru sebagai narasumber. Secara bergantian, guru-guru yang berasal dari Yogya dan daerah sekitar seperti Pekalongan memberikan ruang untuk para guru saling belajar dari satu sama lain dari pengalaman narasumber guru dari ruang kelasnya. Ada yang berbagi mengenai pengalaman mengajar di sekolah terpencil dan juga ada perwakilan dari DOES University yang berbagi tentang program beasiswanya untuk anak-anak yang tertarik mendalami proses pembuatan film.

Kelas Ngobrol Publik Kejar Mimpi yang dipimpin oleh Shafiq Pontoh berbicara mengenai mewujudkan mimpi di era digital. Lewat sosial media dan juga strategi-strategi yang ditawarkan oleh komunitas ini, mengejar mimpi bukanlah sesuatu yang sulit. Dengan memiliki dream, dream keeper, dan dream catcher, mimpi apapun bisa diraih.

Bercerita tentang pentingnya bercerita sebagai bagian dari proses belajar mengajar, Nusantara Bertutur menghadirkan Paman Gery sebagai pembicara. Sesi ngobrol publik yang berlangsung selama 1 jam 45 menit itu berjalan dengan keseruan-keseruan bercerita dan teknik-teknik menariknya.

Suara Anak Jogja menampilkan anak-anak yang bercerita tentang kegemaran, karya, misi sosial yang dilakukannya. Sesi kegemaran bercerita tentang perjalanan anak sampai bagaimana menemukan aktivitas yang mereka minati seperti mencoba gambar dan bermain piano.  Sesi karya menceritakan bagaimana mereka mempelajari sampai menguasai keterampilan dan menghasilkan sejumlah karya. Sesi misi sosial bercerita tentang bagaimana anak-anak dapat berkontribusi untuk lingkungan sosialnya. Sesi Suara Anak  ini menunjukkan bagaimana anak-anak dapat berdaya dalam mengejar apa yang diinginkan dan dicapainya.

Kelas yang tidak kalah menarik adalah kelas dari Komunitas Sioux Indonesia. Mempelajari reptile, secara khusus ular, tentang karakteristik-karakteristik uniknya bisa menjadi pelajaran untuk menempatkan hewan berdarah dingin tersebut sebagai kawan atau lawan.

Menjelang penghujung hari ke dua, Wardah melaksanakan Awarding Night Wardah Inspiring Teachers sebagai bagian dari kolaborasi Pesta Pendidikan dengan Wardah. “Wardah Inspiring Teacher adalah bentuk apresiasi Wardah untuk para guru di Indonesia. Bagi Wardah, meningkatkan kualitas pendidikan generasi mendatang adalah salah satu cara untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia. Hal ini bisa dicapai di antaranya dengan lebih mengapresiasi peran guru sebagai pejuang yang mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa,” ujar Salman Subakat, Marketing Director Wardah.

Pada Awarding Night Wardah Inspiring Teacher, diumumkan beberapa orang guru inspiratif yang masuk dalam kategori The Best yang merupakan hasil penilaian para juri dari 30 orang guru inspiratif yang menjadi finalis Wardah Inspiring Teacher.

Masing-masing guru yang masuk dalam kategori The Best ini berhak mendapatkan apresiasi berupa dana pendidikan dari Wardah. Selain itu, ada pula apresiasi berupa renovasi perpustakaan sekolah untuk guru Nurbowo Budi Utomo dengan predikat presentasi terbaik pada saat  hari  penjurian.

Awarding Night Wardah Inspiring Teachers sekaligus mengakhiri Pesta Pendidikan Yogyakarta, Sheila on  7 menutup seluruh rangkaian acara. Konser tunggal ini dimulai pada 20.00, para pengunjung Pesta Pendidikan telah memenuhi area panggung utama sejak jam 5 sore setelah mengikuti berbagai sesi berbagai kelas. Sheila on 7 membawakan sekitar 8 lagu populer, dan alunan koor bersama para penonton tak terhindarkan. Meskipun cuaca hujan, konser berlangsung seru dan berakhir pada pukul 21.30.

 

Terima kasih Yogyakarta!