Ketika mendengar angka capaian literasi anak-anak Indonesia dalam tes PISA (Programme for International Student Assessment) berada di bawah rerata negara-negara lain, membuat kita resah. Ditambah lagi laporan survei PIACC (Programme for the International Assessment of Adult Competencies) yang menyatakan bahwa 70% orang dewasa kita memiliki kemampuan literasi pada level membaca anak usia 9-14 tahun.

Akan tetapi, banyak di antara kita yang tidak hanya resah dan mengeluh mendengar kabar tak menyenangkan ini. Berbagai praktik baik telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan, seperti Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dengan mencanangkan diri sebagai Provinsi Literasi. Sekolah Gagas Ceria di Bandung dan SDN Rorotan o5 Jakarta Utara telah melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa-siswanya yang berkolaborasi dengan orangtua maupun komunitas dan organisasi pendidikan. Praktik baik dalam mengajarkan literasi yang dilakukan oleh Sokola pada masyarakat adat juga patut dijadikan pelajaran bagaimana hakikat literasi dalam kehidupan. Selain itu, melalui pelatihan Menjadi Jagoan Finansial yang digagas Quamma, literasi dapat kita lihat tak sekadar membaca dan menulis.

Jadi, tunggu apa lagi, mari berkolaborasi untuk literasi.