Cerita dari UK: Kolaborasi GE untuk Inisiatif Pendidikan Hemat Energi

oleh: Ida Bagus Mandhara Brasika

Kebutuhan energi adalah hal yang mutlak bagi kehidupan. Akan tetapi, hal ini jadi berbalik arah jika yang dibicarakan adalah energi terbarukan. Stereotipe yang dibangun selama bertahun-tahun bahwa energi terbarukan itu mahal dan tidak berbanding lurus dengan pengembangan ekonomi, membuat negara-negara berkembang, seperti Indonesia, enggan membangun sektor ini.

Atas dasar kegelisahan akan kesadaran masyarakat yang masih minim tentang membangun energi terbarukan, bukan saja untuk hari ini, tapi juga masa depan, Bengkel Energi yang bervisi “membangun energi terbarukan” diinisiasi. Kata ‘membangun’ di sini harus terdiri dari tiga hal: (1) membangun infrastruktur, (2) membangun manusia, dan (3) membangun masa depan.

Infrastruktur menjadi vital sebagai wujud dari konversi energi terbarukan itu sendiri. Akan tetapi, membangun manusia yang siap terhadap perubahan tidak kalah penting karena kecanggihan teknologi akan sia-sia jika manusia tidak dapat menggunakan dengan baik. Yang lebih krusial adalah mempersiapkan masa depan, yaitu mempersiapkan generasi mendatang yang punya pemikiran akan keharmonisan antara alam dan manusia melalui Kelas Ranger Energi yang mengajarkan hemat energi serta melatihkan pembuatan baling-baling angin ke sekolah-sekolah.

3

Siswa-siswa SD di Bali yang telah mengikuti Kelas Ranger Energi.

Selama lebih dari setahun, Bengkel Energi telah beberapa kali melaksanakan Kelas Ranger Energi di beberapa lokasi di Bali. Kompetisi dunia juga pernah diikuti dan video baling-baling angin meraih 20 besar dunia. Satu impian yang masih tertunda, yaitu membangun infrastruktur energi terbarukan untuk masyarakat. Sebagai inisiatif kerelawanan, Bengkel Energi tidak memiliki modal dana. Pengetahuan teknis tentang energi pun tidak mumpuni. Akan tetapi, impian ini tetap dipupuk sambil berusaha mencari kemungkinan untuk mewujudkan.

Pada Juli 2017, angin berembus ke arah Bengkel Energi. Janji Publik Pesta Pendidikan hadir di Warwick University. Pada Janji Publik Pesta Pendidikan, komunitas atau organisasi diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasannya, kemudian para pemangku kebijakan yang hadir dipersilakan untuk menyampaikan janji kolaborasi atas gagasan inisiatif tersebut.

Jodoh memang tidak akan lari ke mana, salah satu pemangku kebijakan yang hadir pada Janji Publik itu adalah CEO General Electric (GE) Indonesia, Handry Satriago, yang merupakan CEO termuda dalam sejarah GE. Setelah Bengkel Energi mempresentasikan inisiatifnya untuk membangun energi terbarukan di desa-desa, Handry Satriago angkat bicara, “Kita bangun solar panel di desa itu!” Impian yang sudah terpendam lama seperti tersambar petir seketika. Tuhan memang tidak pernah tidur.

be-2

Inisiator Bengkel Energi, Ida Bagus Mandhara Brasika, (kedua dari kanan) bersama inisiator Pesta Pendidikan, Najelaa Shihab, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli, dan CEO GE Indonesia, Handry Satriago, pada Janji Publik di Warwick University, Juli 2017 lalu.

Bengkel Energi percaya bahwa manusia mampu hidup berdampingan secara baik dengan alam, seperti yang telah diajarkan nenek moyang kita. Bengkel Energi percaya bahwa impian yang baik tak akan diabaikan Tuhan selama kita menjaganya. Bengkel Energi percaya bahwa membangun bukan perkara hari ini saja, tapi juga masa depan.

“Jika menurutmu harta lebih penting daripada alam, cobalah hitung uangmu sambil menahan napas.”

Instagram: @bengkelenergi
Situs web: bengkelenergi.org