Minggu, 29 Mei 2016, pukul 10.45-11.30 WIB di fX Sudirman, Jakarta, Eat & Eat VIP 3 F5, sebagai bagian dari rangkaian acara puncak Pesta Pendidikan 2016, komunitas Inisiatif AyahASI dan Ayo Dongeng Indonesia membuka talkshow “Mendukung Ibu Menyusui dengan Bercerita Bersama Anak”.

Komunitas Ayo Dongeng Indonesia awalnya dibentuk karena ide untuk berbagi cerita antara sesama pendongeng yang kemudian berkembang menjadi kegiatan mendongeng untuk membantu anak-anak, bahkan orang lanjut usia di rumah sakit, panti asuhan, rumah singgah, juga panti jompo. Komunitas ini percaya bahwa setiap orang bisa mendongeng dan bermimpi untuk menghasilkan gerakan mendongeng bagi setiap orangtua untuk anak-anaknya juga siapa pun untuk anak-anak Indonesia. Sementara, Inisiatif AyahASI terdiri dari para ayah yang berkeyakinan bahwa ayah memiliki peran penting dalam keberhasilan pemberian ASI bagi buah hatinya.

Talkshow ini mengedepankan dongeng sebagai salah satu sarana untuk membantu para ibu menyusui dengan membacakan dongeng, khususnya bagi para kakak, sehingga ibu dapat menyusui adiknya dengan tenang. Mohammad Irfan dari Inisiatif AyahASI Indonesia menjelaskan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak. Salah satu cara yang bisa digunakan oleh ayah adalah mendongeng, yang selain membantu ibu, juga bermanfaat bagi anak. Tentunya, cara bercerita dan intonasi juga perlu diperhatikan agar anak tertarik mendengarkan cerita.

Buku anak-anak masih lebih banyak yang berbahasa Inggris, ini menurut Shafiq Pontoh yang juga salah satu inisiator AyahASI, menjadi sebuah kendala. Orangtua juga harus pandai memilih buku yang akan didongengkan agar sesuai dengan perkembangan anak.

Ariyo dari komunitas Ayo Dongeng Indonesia kemudian menambahkan bagaimana ayah mendongeng pada anak dapat membuat ibu merasa didukung saat menyusui maupun dalam pengasuhan anak secara keseluruhan. Mendongeng menenangkan anak, mempererat ikatan antara orangtua dan anak.

Terkadang, ada saat anak bosan dibacakan dongeng, entah karena ceritanya kurang menarik atau sedang ingin membaca sendiri. Menurut Ariyo, orangtua bisa mencari cerita yang lebih menantang sesuai umurnya, terutama untuk anak yang lebih besar. Pun jika dongeng sedang terasa sebagai rutinitas tak bermakna, Ariyo percaya di bawah sadarnya anak akan merindukan aktivitas terebut.

Banyak orangtua yang pusing dengan pertanyaan-pertanyaan anak saat dibacakan cerita. Padahal, menurut Ariyo, dalam dongeng, bertanya adalah hak anak, bahkan suatu keharusan. Dengan bertanya, imajinasi dan pemikiran anak berkembang. Sedangkan mengenai waktunya, menjelang tidur memang paling baik, namun jika tidak memungkinkan, maka usahakan tiada hari tanpa mendongeng. [aca]